Nuansa Post. Info, Bima-
Beberapa waktu lalu terjadi pertengkaran dan konflik antara kedua organisasi ialah HMI Cabang Kota Bima dan Kabupaten Bima di Perpustakaan Kabupaten Bima.
Mengenai persoalan tersebut, Ketua Umum HMI Cabang Kabupaten Bima, Al-Faruq menyebutkan bahwa kronologi kejadian tersebut, sebelum terjadi benturan fisik antara Kader HMI Kota Bima dan HMI Cabang Persiapan Kabupaten Bima di arena pelantikan tersebut adalah ketika proses pelantikan dilakukan, dikejutkan oleh kehadiran Kelompok HMI yang mengatasnamakan HMI-MPO Cabang Kota Bima, melakukan aksi di Perpustakaan Kabupaten Bima, bertujuan ingin menggaalkan acara pelantikan tersebut.
"Setelah orasi beberapa orang saling bergantian massa memaksa untuk masuk di tempat kegiatan pelantikan, namun personil kepolisian mampu menghalangi mereka, untuk menjaga agar tidak terjadi kerusuhan dan pengrusakan Fasilitas Perpustakaan Kabupaten Bima," terangnya.
Ia membeberkan babes pada arena tersebut terjadi benturan fisik antara Kader HMI-MPO Cabang Kota Bima dan Cabang Persiapan Kabupaten Bima. Setelah beberapa menit mereka istirahat duduk di depan pagar perpustakaan menantikan kehadiran pengurus badko atau yang ditunjuk langsung PB HMI melantik HMI Cabang Persiapan Kabupaten Bima.
Sementara itu, singkat cerita datanglah Sekretaris Umum HMI BADKO Bali Nusra, langsung dihadang tanpa kompromi mereka langsung melakukan pemukulan terhadap Sekum Badko, setelah itu dipukul lagi dengan menggunakan bambu dan ditendang motornya.
"Sampai-sampai Sekum Badko langsung terjatuh, tidak terima dengan perlakuan yang dilakukan terhadap Sekum Badko, Kader-kader HMI Cabang Persiapan Kabupaten Bima, berlari keluar menuju pintu masuk gerbang menyelamatkan Sekum Badko Bali Nusra dari pengeroyokan tersebut," ungkap Faruq.
Ia mengatakan, tidak terima dengan perlakuan terhadap Sekum Badko tersebut, Kader-kader HMI Cabang Kabupaten Bima yang ada di lantai dua perpustakan, langsung turun semua di tempat kejadian, sehingga konflik tersebut tidak terelakkan. Karena menganggap bahwa tindakan pengeroyakan tersebut merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
"Tindakan pengeroyokan atau pemukulan tersebut tidak dapat dibenarkan oleh dalil apapun. Orang yang sedang berjalan langsung dipukul seperti itu," tegasnya.
Faruq mengatakan, atas insiden yang terjadi, pihaknya, HMI Cabang Persiapan Kabupaten Bima, menyayangkan sikap reaksioner dari HMI Cabang Kota Bima, sampai melakukan pengeroyokan terhadap Sekum HMI Badko Bali Nusra. Padahal sudah bahwa pelantikan ini merupakan pelantikan yang sah secara konstitusi.
"Pelantikan ini sah secara konstitusi karena didasarkan pada SK Pengurus Besar (PB) HMI yang telah dikeluarkan oleh PB HMI melalui Surat Keputusan: Nomor 90/A/KPTS/7/1446, yang ditetapkan di Jakarta, Pada Januari lalu," tegas Al-Faruq.
Ia menyebutkan, sebelumnya PB HMI melalui Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) PB HMI sudah sangat bijak menyelesaikan persoalan ini, sudah datang Ke Bima untuk melakukan mediasi dengan Pengurus HMI Cabang Kota Bima dan Cabang Kabupaten Bima.
"Semua dibicarakan dari pengurus cabang masing-masing, ada Pengurus BADKO hingga Pengurus PB HMI. Bahkan saat PLENO III di Mataram semua dipertemukan dan dipresentasikan kondisi Cabang masing-masing hingga SK diterbitkan oleh PB HMI." beber Al-Faruq.
Ia berharap bahwa kedepan dinamika dan bahkan bertarung secara intelektual boleh-boleh saja dan harus dijujung tinggi sebagai sikap itelektual kritis di HMI. Itulah Insan Ulil Albab bukan dengan menggunakan fisik, apalagi pengeroyokan. Hal itu sangat tidak melambangkan kewibawaan sebagai Kader HMI.
"Semoga kedepan dapat bekerjasama membangun organisasi HMI yang lebih progresif dan berdaya saing," tutupnya.a
COMMENTS