"Sebagai pembanding saja bahwa yang mana terlebih dahulu mewujudkan Dinasti Satu Kamar, Apakah Bupati Bima yang lama atau yanga baru dilantik?, ".
Nuansa Post. Info, Bima-
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima, Rafidin S.sos menanggapi pernyataan Ketua Komisi II (dua), Ramdin yang menyebut "Hasil Demokrasi Lahirlah Perubahan Yang Bermartabat Dinasti Satu Kamar".
Pernyataan politisi Golongan Karya (Golkar) ini beredar di Media Sosial (Medsos) dalam bentuk pamplef. Selain menulis caption kritik, dalam pamplef itu juga terpajang foto Bupati Bima, Ady Mahyudi sekaligus isterinya, Murni yang saat ini Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima.
Informasi yang diendap oleh media ini bahwa terus bagaimana dengan saat dia menjadi anggota DPRD Kabupaten Bima 10 tahun yang lalu saat dimana Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, SE.M.IP dan anaknya yang menjadi Ketua DPRD Kabukaten Bima, Muhammad Putra Feryandi, apakah tidak satu kamar dan kenapa sekarang dia bersuara?. Yang memulai Dinasti satu kamar itu bukan Pak Ady.
Rafidin mempertanyakan maksud dari pernyataan Ramdin, karena ia belum secara utuh memahami konteks yang dimaksud anggota dewan Daerah Pemilihan (Dapil) 3 (tiga) meliputi Kecamatan Donggo, Soromandi, Sanggar dan Tambora itu.
Kalaupun yang disinggung arahnya ke Bupati Bima dan Isterinya Murni sebagai Wakil Ketua DPRD, Rafidin menilai justeru pandangan itu sebagai kebuntuan pemikiran dalam mewujudkan perubahan, ujarnya.
"Sebagaimana yang diinginkan masyarakat Bima hari ini terhadap kepemimpinan Ady-Irfan," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini dihubungi, Rabu,(26/2/2025).
Selain itu, ia juga menilai pandangan Ramdin juga secara tidak langsung menandakan masih tidak bisa menerima kepemimpinan Ady-Irfan karena masih terlena dengan kesenangan dan kemewahan saat kepemimpinan Indah Dhamayanti Putri dan Dahlan M Noer (IDP-Dahlan).
"Kritik boleh tapi kalau sudah menyinggung soal dinasti artinya akal sehat pak Ramdin masih tidak menerima kemenangan Ady-Irfan. Kalau tidak terima lebih baik diam, karena saya lihat, pernyataannya justeru memperlihatkan kebodohannya dalam menilai politik dan demokrasi," tegasnya.
Menurut Rafidin, kalau pun masih tidak puas dengan program yang akan dilakukan Ady-Irfan selama 5 tahun kedepan, ia menyarankan agar Ramdin melakukan dialog atau menyampaikan langsung tuntutan ke Bupati Bima, jelasnya.
Masih dia, Ia pastikan kepemimpinan Ady-Irfan akan siap menerima segala bentuk tuntutan asalkan bermuara pada kepentingan masyarakat banyak karena hal itu beriringan dengan visi utama Ady-Irfan dalam membangun Bima.
Oleh karena itu, Rafidin mengajak semua pihak agar tidak saling sikut dan mari kita bahu membahu membangun Kabupaten Bima 5 (lima) tahun kedepan sesuai dengan visi-misi Ady-Irfan. Karena untuk mewujudkan hal itu butuh kerja sama yang baik dan dukungan dari anggota dewan.
"Pilkada Bima sudah selesai November 2024 lalu. Ady-Irfan itu milik masyarakat Kabupaten Bima, gak ada lagi yang perlu diperdebatkan," pungkas eks wartawan. (Syam).
COMMENTS